Status Garuda Indonesia Turun Jadi Bintang 4 Versi Skytrax, Manajemen Buka Suara Soal Transformasi Layanan
- account_circle adminBali
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 15
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Elang Bali – Perubahan klasifikasi maskapai yang dirilis lembaga pemeringkat penerbangan global kembali menjadi sorotan. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) kini tercatat sebagai maskapai dengan rating bintang 4 dalam pemeringkatan terbaru Skytrax. Sebelumnya, maskapai pelat merah tersebut dikenal sebagai salah satu maskapai dengan predikat bintang 5 di dunia.
Manajemen Garuda Indonesia memberikan penjelasan terkait pembaruan rating tersebut. Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan pada Minggu (08/03/2026), perusahaan menyebutkan bahwa penilaian sertifikasi maskapai oleh Skytrax dilakukan melalui berbagai indikator layanan yang cukup komprehensif.
Penilaian tersebut mencakup banyak aspek pelayanan penerbangan, terutama pada kualitas layanan kabin, pelayanan awak kabin, serta berbagai pengalaman yang dirasakan penumpang selama perjalanan udara.
Berdasarkan hasil evaluasi lembaga pemeringkatan tersebut, standar layanan yang saat ini dijalankan oleh Garuda Indonesia dinilai belum lagi memenuhi kriteria maskapai berbintang lima.
Meski demikian, manajemen menilai perubahan klasifikasi ini bukan sekadar penurunan status, melainkan bagian dari dinamika industri penerbangan global yang terus berkembang.
Garuda Indonesia juga memandang hasil pemeringkatan tersebut sebagai refleksi dari fase transformasi yang tengah dijalankan perusahaan dalam beberapa tahun terakhir.
Seperti diketahui, fokus utama perusahaan saat ini adalah memperkuat fondasi bisnis melalui proses pemulihan perusahaan. Agenda pemulihan tersebut terutama diarahkan pada penyehatan kondisi keuangan serta menjaga keberlanjutan operasional setelah perusahaan menjalani periode restrukturisasi yang cukup panjang.
Dalam proses konsolidasi tersebut, Garuda Indonesia secara bertahap melakukan sejumlah perbaikan di berbagai aspek, baik dari sisi operasional maupun kualitas layanan kepada pelanggan.
Upaya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk membangun fondasi bisnis yang lebih kuat, adaptif terhadap perubahan industri, serta mampu bertahan dalam persaingan global.
Sejalan dengan agenda transformasi layanan, perusahaan juga tengah menyiapkan roadmap peningkatan layanan secara menyeluruh.
Rencana tersebut mencakup berbagai pembenahan pada sejumlah titik interaksi penumpang, mulai dari pengalaman pelanggan di bandara hingga kenyamanan selama penerbangan berlangsung.
“Dalam rangka meningkatkan kualitas layanan, Perseroan saat ini tengah mengoptimalisasi berbagai inisiatif pembenahan secara berkelanjutan. Langkah tersebut antara lain mencakup peningkatan kualitas layanan kabin dan pengalaman penerbangan, penyegaran layanan ground service di bandara, lounge revamp, pengembangan layanan digital dan inflight service, hingga penyempurnaan berbagai elemen layanan lainnya,” ujar manajemen.
Program peningkatan kualitas tersebut dirancang untuk menciptakan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman dan konsisten bagi para pelanggan.
Seluruh pengembangan layanan tetap berpedoman pada konsep khas Garuda Indonesia, yakni 5 senses experience yang meliputi unsur sight, sound, scent, taste, dan touch.
Konsep ini selama ini menjadi identitas layanan maskapai nasional tersebut dalam menghadirkan pengalaman perjalanan yang khas bagi para penumpang.
Selain itu, pemeringkatan Skytrax juga dinilai sebagai salah satu referensi penting bagi para pelanggan ketika menilai kualitas pelayanan maskapai penerbangan.
Karena alasan tersebut, Garuda Indonesia menegaskan akan terus memperkuat posisinya sebagai full service carrier dengan mengedepankan konsep Indonesian Hospitality.
Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai inovasi produk, peningkatan kualitas pelayanan, serta penguatan pengalaman pelanggan di setiap titik layanan perjalanan.
Perusahaan juga menargetkan tahun 2026 sebagai momentum penting untuk mempercepat transformasi layanan di berbagai lini operasional.
Agenda ini berjalan beriringan dengan proses konsolidasi berkelanjutan yang dilakukan perusahaan guna meningkatkan kinerja operasional sekaligus memperbaiki pengalaman perjalanan bagi penumpang.
Transformasi tersebut dilakukan secara bertahap dengan pendekatan yang terukur, termasuk memperkuat tata kelola layanan sebagai salah satu fokus utama perbaikan kinerja perusahaan sepanjang tahun 2026.
“Melalui berbagai pembenahan mendasar di berbagai titik layanan, Perseroan akan terus mengoptimalkan kualitas layanan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya jangka panjang untuk menghadirkan standar layanan yang lebih konsisten sekaligus memperkuat daya saing Garuda Indonesia di kancah global,” tutup manajemen.**
- Penulis: adminBali


Saat ini belum ada komentar